Wednesday, 23 February 2011

0008 Ramalan Peramal-Peramal Terkemuka

Selain keterangan daripada setiap agama besar di dunia ini, terdapat pula sekumpulan peramal yang terkenal di dunia yang turut meramalkan kedatangan Imam Mahdi atau seorang pemimpin yang bertaraf dunia, yang akan turun untuk menjalankan pemerintahan yang sangat adil, pada zaman ini, pada abad ini, kurun ini dan alaf ini. Memang meramal sesuatu ramalan adalah suatu perbuatan yang buruk, boleh mendatangkan impak besar kepada akidah kita. Namun ramalan yang bertepatan maksudnya dengan perkabaran hadis-hadis, berita-berita daripada asar para sahabat RA, kasyaf para wali dan firasat para mukmin tidak salah jika disebutkan, karena keterangan mereka ini sebenarnya membantu menjelaskan lagi maksud hadis-hadis, asar-asar, kasyaf-kasyaf dan firasat-firasat itu. Hal ini sebenarnya tidak menjejaskan iman kita jika betul cara dan tempatnya.

Sebagian mereka ini adalah peramal semata-mata, manakala sebagian lagi adalah orang-orang besar bagi agama masing-masing, yang telah mencapai taraf kasyaf pula, yaitu menurut pandangan agama mereka.

Antara peramal bertaraf antarabangsa yang amat terkenal pada hari ini adalah Michel de Nostredame atau Nostradamus, suatu nama yang hampir sudah tidak perlu diperkenalkan lagi, karena sudah begitu terkenalnya. Ramalan-ramalannya sudah umum tersebar dan bukan sedikit pula yang sudah menjadi kenyataan. Antara ramalannya yang amat menggoncangkan dunia Barat ialah bahwa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropah.

Ramalannya bahwa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah berdasarkan ramalan beliau seperti berikut:
In the year 1999 and seven months
from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.


Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat, berdasarkan ramalan berikut:
From the three water signs (seas) will be born a man
who will celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power will grow
on land and sea, bringing trouble to the East.


Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tenteranya yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.
One who the infernal gods of Hannibal
will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past,
then will come to the Romans through Babel (Iraq).


Pemimpin berkenaan memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai serban biru, membawa undang-undang Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.
This king will enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He will be the terror of mankind.
Never more horror.

Selain itu, Sami-sami Hindu di India turut meramalkan melalui ramalannya beberapa tahun lepas bahwa bakal Perdana Menteri Malaysia selepas ini bukan lagi dari kalangan orang politik. Diberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia pernah mengemukakan beberapa nama untuk ditenung sebagai bakal Perdana Menteri supaya dapat dilantik sebagai Timbalan Perdana Menteri. Semua nama yang dikemukakan itu ditolak karena diberitahu nama-nama mereka itu tidak ada dalam senarai sebagai pengganti Perdana Menteri. Sahih atau tidak berita ini, tidak dapat dipastikan.

Jelaslah bahwa orang yang bakal menjadi Perdana Menteri Malaysia selepas ini tidak lagi dari kalangan orang-orang politik. Tambahan pula, seorang ulama besar di Malaysia telah baru-baru ini membuat perisytiharan bahwa tokoh agama akan menjadi pemimpin Malaysia pada alaf baru ini. Kebetulan pula, Malaysia ini dikatakan sebagai pusat kebangkitan Islam kali kedua, pada akhir zaman, yaitu zaman kita ini. Jika dikaitkan kedua-dua penyataan ini, bagaikan ada kaitan yang rapat antara kedua-duanya.

Anak murid Wali Songo yang amat terkenal di Pulau Jawa, Sabdopalon, turut menyebutkan bahwa Imam Mahdi akan dibaiat oleh sembilan tokoh Wali Ghausul Alam yang diketuai oleh seseorang dari Malaysia yang disebutkan sebagai Syeikh Malaya. Beliau menyebutkan bahwa,

Imam Mahdi datang dengan pakaian serba putih dibantu oleh Rijalu’llah Ghaib atau juga disebut Wali Ghosul’alam sembilan yang di antaranya adalah Seh Malaya yang turun di Tanah Arab.”

Salah seorang Wali Songo yaitu Sunan Gunung Jati, turut membuat ramalan berdasarkan kasyaf dari Allah bahwa kebangkitan Islam kali kedua ini akan dipimpin oleh seorang tokoh yang memakai serban. Dia dikatakan amat berpegang teguh pada sorban kanjeng (ekor serban) Nabi Muhammad SAW. Yang dimaksudkan dengan sorban kanjeng itu adalah pemimpin umat yang terakhir, sesuai dengan kedudukan ekor serban yang terletak di hujung sekali. Sorban kanjeng juga bermaksud mengikut benar-benar setiap sunnah yang diamalkan oleh baginda Rasulullah SAW semasa hayatnya dahulu.

Peramal dari Jawa yang disebut sebagai Pangeran Wijil, yang mengarang Kitab Rangka Jayabaya, turut membuat ramalan bahwa pemimpin yang dimaksudkan itu, lahir di Makkah, memakai serban yang berlambang bunga tujuh cabang, orangnya selalu kesandung kesampar. Dia tidak pernah diduga akan menjadi pemimpin umat manusia pada suatu hari nanti. Dikatakan lebih lanjut lagi bahwa sebelum raja baru ini muncul, akan berlaku huru-hara dan kerusuhan. Dan raja itulah yang akan menjadi orang tengah atau pengaman di antara pihak yang sedang bergaduh itu. Tanpa diduga-duga, orang ramai pun bersetuju melantiknya sebagai pemimpin mereka karena jasanya yang amat besar itu dan keupayaannya yang menakjubkan itu.

Demikianlah sedikit lagi keistimewaan yang ada pada pribadi yang bergelar Imam Mahdi ini. Memang Imam Mahdi itu sungguh-sungguh adalah Orang Allah, orang yang dibesarkan karena sememangnya orang besar Tuhan, besar namanya, besar kedudukannya, patut dibesarkan dan perlu disebut secara besar-besaran pula. Sambutan kepada kemunculannya kelak, juga akan dibuat secara penuh besar-besaran, amat meriah, penuh gembira, sepenuh-penuh kesyukuran, sesuai dengan kedudukannya sebagai orang besar Allah itu. Tidak ada sambutan yang lebih besar dan meriah selain daripada sambutan terhadap kedatangannya ke dunia ini.

Dan, ekoran daripada kepercayaan kepada munculnya Imam Mahdi yang sangat istimewa inilah, muncul dari semasa ke semasa orang-orang yang mendakwa dirinya sebagai Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu itu. Mereka ini langsung tidak berasa malu dengan dakwaan kosong mereka itu. Setelah beberapa lama masa berlalu, ternyata pula dakwaan mereka itu adalah palsu dan tujuan mereka di sebalik dakwaan itu terbongkar. Selalunya, mereka langsung tidak berjaya mendirikan kerajaan Mahdiyahnya, malah gagal pula mengubah keadaan masyarakat setempatnya kepada yang lebih baik, sedangkan yang demikian itu wajib berlaku karena telah disebutkan oleh hadis-hdis.

No comments:

Post a Comment